Jumat, 19 Juni 2015

PUJIAN HABIS TAROWIH

Robbana ya robbana waghfirlana dunu bana

Watsabit imanana, watsabit imanana

Ya rohmana ya rohimin siro ing badan sampurno

Sampurnone wong alam kabeh

Wujud qidam baqo mukholafatulil hawaditsi

Qiyamuhu binafsihi wahdaniyah qudrat irodat

Ilmu hayyan sama’ bashar kalam

Qodiron muridan aliman hayyan sami’an

Bashiron mutakalliman

Ingsun ngimanaken malaikat itu utusane Allah

Kawulane Allah kang werno-werno rupane

Werno-werno ing gawene, werno-werno ibadahe

Tanpa syahwat tanpa nafsu

Ora bapa ora ibu, ora lanang ora wadon

Ora zaman ora makan, ora mangan ora minum

Jisime jisim alum bangsa luhur

Asyhadu alla ilaha illalloh

Wa asyhadu anna muhammadar rosullulloh

Ingsun ngimanaken setuhune ora ono Pengeran

kang sinembah sak temene, kang wajib wujude

kang mokal adame, kang mesti anane

Pengeran ingsun nanging Allah

Lan ingsun nyekseni setuhune

kanjeng Nabi Muhammad iku utusane Allah

Kawulane Allah, kasiyane Allah

Kang romo Raden Abdullah, kang ibu Dewi Aminah

Kang lahir ono ing Mekah

Jumeneng ono ing Mekah

Den utus ono ing Mekah

Hijrah nang Medinah

Jumeneng ing Medinah

Den utus ing Medinah

Gerah ing Medinah

Sedo ing Medinah

Sinareaken ing Medinah

Bangsa Arab bangsa Rosul bangsa luhur

Allohuma solli ala Muhammad

Allohuma solli ala Muhammad

Wa ala alihi wa ala alihi

Wasohbihi wassalam

Robij alatan balatan aminan

Robij alatan balatan aminan

Sabtu, 07 Maret 2015

MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA GURU NGAJI DAN MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA ANAK YATIM

0436. ZAKAT : MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA GURU NGAJI DAN MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA ANAK YATIM
Minggu, 26 Februari 20120 komentar

PERTANYAAN :

Editon Berebes Wonk Jowo
Di daerh sy petani klo ngasih zakat kok sama tokoh masyarakt yg dianggp pintr di bidng agama. bkannya yg brhak mnerima zakat adlah nak ytim dn fakir mskin..
Anehy ank yatim/fkir mskin trsbut tdak prnah mndpt jath zakat'trsebut. Mnggo tadz diterangaken..


JAWABAN :

>> Masaji Antoro

MEMBERIKAN ZAKAT PADA KYAI/GURU NGAJI
TIDAK BOLEH JIKA HANYA BERALASAN SEBAGAI KYAI / GURU NGAJI, karena status mereka sebagai kyai / guru ngaji tidak bisa memasukkan mereka ke dalam golongan delapan penerima zakat, walaupun sebagai sabiilillah sebab yang dimaksud dengan sabilillah adalah orang-orang yang perang dengan cuma-cuma demi agama Allah, namun demikian terdapat pendapat mereka juga termasuk sabiilillah.

والسابع سبيل الله تعالى وهو غاز ذكر متطوع بالجهاد فيعطى ولو غنيا إعانة له على الغزو اهل سبيل الله الغزاة المتطوعون بالجهاد وان كانوا اغنياء ويدخل في ذلك طلبة العلم الشرعي ورواد الحق وطلاب العدل ومقيموا الانصاف والوعظ والارشاد وناصر الدين الحنيف


Yang ke tujuh SABILILLAAH : Ialah lelaki pejuang yang berperang dengan Cuma-Cuma demi agama Allah, maka ia diberi meskipun ia kaya raya sebagai bantuan untuk biaya perangnya.
“SABIILILLAH” Ialah lelaki pejuang yang berperang dengan Cuma-Cuma demi agama Allah meskipun ia kaya raya.
Dan masuk dalam kategori sabiilillah adalah para pencari ilmu syar’i, pembela kebenaran, pencari keadilan, penegak kebenaran, penasehat, pengajar, penyebar agama yang lurus. [ al-Jawaahir al-Bukhaari. Iqna Li Assyarbiiny I/230 ].

>> Mbah Jenggot II

 ‎(إنما الصدقات للفقرء) وكلمة إنما للحصر والإثبات. ثبت المذكور وتنقضى ما عداه فلا يجوز صرف الزكاة إلى هذه الوجه: لأنه لم يوجد التمليك اصلا، لكن فسر الكسانى فى البدائع سبيل الله بجميع القرب فيدخل فيه كل من سعى فى طاعة الله وسبيل الخيرات إذا كان محتاجا لأن فى سبيل الله عام فى الملك اى يشمل عمارة المسجد ونحوها مما ذكر وفسر بعض الحنيفية "فى سبيل الله" بطلب العلم ولو كان الطلب عنيا.4. الفقه الإسلامى الجزء الثانى ص: 876

>> Masaji Antoro

Nambah sak ndhulit. Qoul yang mu’tamad tidak memperkenankan, karena makna sabilillah yang dimaksud dalam Al- Qur’an adalah Ghuzaat, artinya pejuang pembela Islam dalam peperangan.Namun Imam Qofal (madzhab Syafi’i) menyatakan yang dimaksud SABILILLAH itu termasuk SABIILIL KHOIR (sebagaimana dalam tafsir Al- Mannar karya Muhammad Rasid Ridho) – termasuk didalamnya membangun benteng pertahanan, masjid, madrasah, dll.

نقل القفال في «تفسيره» عن بعض الفقهاء أنهم أجازوا صرف الصدقات إلى جميع وجوه الخير من تكفين الموتى وبناء الحصون وعمارة المساجد ، لأن قوله : { وَفِى سَبِيلِ الله } عام في الكل .

“Dan al-Qaffaal menuqil dalam tafsiirnya dari sebagian para pakar Fiqh bahwa mereka memperkenankan pengelolaan zakat pada segala bentuk kebaikan seperti penyediaan kafan orang-orang mati, membangun benteng pertahanan dan membangun masjid karena firman Allah “FII SABILILLAH adalah bentuk kalimat yang umum dalam segala hal”. Tafsir ar-Raazi VIII/76.

>> Hz'epay Mangkudilaga
SISI LAIN SABILILLAH DALAM BAB ZAKAT

  ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺎﺕُ ﻟِﻠْﻔُﻘَﺮَﺍﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤَﺴَﺎﻛِﻴﻦِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻣِﻠِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆَﻟَّﻔَﺔِ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟﺮِّﻗَﺎﺏِ ﻭَﺍﻟْﻐَﺎﺭِﻣِﻴﻦَ ﻭَﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﺑْﻦِ ﺍﻟﺴَّﺒِﻴﻞِ ﻓَﺮِﻳﻀَﺔً ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ﺣَﻜِﻴﻢٌ. ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ60 :

Artinya : Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. (QS.At-Taubah 60).

Dari ayat di atas, bahwa pembagian zakat itu harus disalurkan kepada para mustahiq (orang yang berhak menerimanya) yang jumlahnya ada delapan golongan. Sedangkan golongan yang lain tidak berhak menerimanya. Pengertian Sabilillah pada dasarnya adalah orang yang berperang di jalan Alloh, walaupun ia seorang yang kaya, dan tidak mendapat gaji. Sabilillah diberikan zakat sesuai dengan kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya,selama berangkat. Namun jika tidak jadi berperang maka harus mengembalikan semua yang telah ia terima,demikian juga harus mengembalikan kelebihannya setelah berperang. [I'anatut Tholibin juz 2 hal: 219]

Perbedaan pandangan tentang Sabilillah tentang zakat yang menjadi pro kontra di kalangan masyarakat, Seperti dalam permasalahan mentasyarufkan zakat kepada masjid, madrasah, pondok pesantren, panti asuhan,guru ngaji atau (kyai), yayasan sosial atau keagamaan dan lainnya, Sebagaimana banyak terjadi di kalangan masyarakat kita.- Sabilillah dalam pengertian lain : Imam Qostholani Assyafi'i berpendapat  bahwa Ahli Sabilillah adalah mereka yang berperang yang bersuka rela dalam berjihad walaupun mereka itu kaya, karena untuk membantu mereka dalam berjihad. Termasuk ahli sabilillah adalah para pelajar atau santri yang mempelajari ilmu syara' ,orang-orang yang mencari kebenaran,  menuntut keadilan, menegakkan kejujuran,orang-orang yang ahli memberi nasehat, memberi bimbingan dan orang yang membela agama yang lurus, sebagaimana di jelaskan dalam kitab:Jawahirul Bukhari hal. 173 ,

ﺃَﻫْﻞُ ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻐُﺰَﺍﺓُ ﺍﻟْﻤُﺘَﻄَﻮِّﻋُﻮَﻥْ ﺑِﺎﻟْﺠِﻬَﺎﺩِ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﺃَﻏْﻨِﻴَﺎﺀَ، ﺇِﻋَﺎﻧَﺔً ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺠِﻬَﺎﺩِ. ﻭَﻳَﺪْﺧُﻞُ ﻓِﻲْ ﺫَﻟِﻚَ ﻃَﻠَﺒَﺔُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﺍﻟﺸَّﺮْﻋِﻲِّ ﻭَﺭُﻭَّﺍﺩُ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻃُﻼَّﺏُ ﺍﻟْﻌَﺪْﻝِ ﻭَﻣُﻘِﻴْﻤُﻮﺍ ﺍْﻹِﻧْﺼَﺎﻑِ ﻭَﺍﻟْﻮَﻋْﻆِ ﻭَﺍْﻹِﺭْﺷَﺎﺩِ ﻭَﻧَﺎﺻِﺮُﻭﺍ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﺍﻟْﺤَﻨِﻴْﻒِ .

Imam Kasalani mentafsiri Sabililah yakni semua jalan ibadah, termasuk pula orang- orang yang berjuang dalam taat kepada Alloh, dan menegakan kebaikan dengan catatan apabila memang membutuhkan pembagian zakat, karena makna Sabilillah mencakup semua sektor kebaikan Sebagian ulama hanafiyah mentafsiri Sabilillah yakni orang-orang yang mencari ilmu walaupun kaya, Sebagaimana di jelaskan dalam Kitab fiqih Islam juz 2 hal 876, ﺍﻟﻔﻘﻪ ﺍﻹﺳﻼﻣﻰ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺜﺎﻧﻰ ﺹ

: 876 ﺃﺗﻔﻖ ﺟﻤﺎﻫﻴﺮ ﻓﻘﻬﺎﺀ ﺍﻟﻤﺬﺍﻫﺐ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻦ ﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺏ ﺍﻟﺘﻰ ﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮﻫﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻤﺎ ﻻ ﺗﻤﻠﻴﻚ ﻓﻴﻪ: ﻷﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﻝ (ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﻟﻠﻔﻘﺮﺀ) ﻭﻛﻠﻤﺔ ﺇﻧﻤﺎ ﻟﻠﺤﺼﺮ ﻭﺍﻹﺛﺒﺎﺕ. ﺛﺒﺖ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻭﺗﻨﻘﻀﻰ ﻣﺎ ﻋﺪﺍﻩ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻮﺟﻪ: ﻷﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺍﻟﺘﻤﻠﻴﻚ ﺍﺻﻼ، ﻟﻜﻦ ﻓﺴﺮ ﺍﻟﻜﺴﺎﻧﻰ ﻓﻰ ﺍﻟﺒﺪﺍﺋﻊ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺠﻤﻴﻊ ﺍﻟﻘﺮﺏ ﻓﻴﺪﺧﻞ ﻓﻴﻪ ﻛﻞ ﻣﻦ ﺳﻌﻰ ﻓﻰ ﻃﺎﻋﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﺨﻴﺮﺍﺕ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺘﺎﺟﺎ ﻷﻥ ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺎﻡ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻯ ﻳﺸﻤﻞ ﻋﻤﺎﺭﺓ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻣﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﻭﻓﺴﺮ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺤﻨﻴﻔﻴﺔ "ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ" ﺑﻄﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻄﻠﺐ ﻋﻨﻴﺎ .

Imam Al-Qofal menukil dari sebagian ahli fiqih, bahwa mereka memperbolehkan mentasarufkan sodaqoh (zakat) kepada segala sektor kebaikan, seperti mengkafani mayat, membangun pertahanan, membangun masjid dan sebagainya, Karena kata-kata sabilillah (dalam Al-Qur'an) itu mencakup umum (semuanya) Sebagaimana di jelaskan dalam Kitab Tafsir Munir juz 1 hal 244,

ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻤﻨﻴﺮ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻷﻭﻝ ﺹ: 244 (ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ) ﻭﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻐﺎﺯﻯ ﺍﻥ ﻳﺄﺧﺬ ﻣﻦ ﻣﺎﻝ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻏﻨﻴﺎ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺍﺳﺤﻖ ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﺻﺎﺣﺒﺎﻩ ﻻ ﻳﻌﻄﻰ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺘﺎﺟﺎ ﻭﻧﻘﻞ ﺍﻟﻘﻔﺎﻝ ﻋﻦ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﺃﻧﻬﻢ ﺍﺟﺎﺯﻭﺍ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﺇﻟﻰ ﺟﻤﻴﻊ ﻭﺟﻮﻩ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻣﻦ ﺗﻜﻔﻴﻦ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻭﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﺤﺼﻮﻥ ﻭﻋﻤﺎﺭﺓ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻻﻥ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺎﻡ ﻓﻰ ﺍﻟﻜﻞ

Nah.....!! dari pemaparan tersebut, tanpa mengeyampingkan pendapat-pendapat ulama lain, selain Imam Al-Qoffal, maka sebagaimana hasil-hasil keputusan Bahtsul Masa'il yang banyak kita temui, Yakni diantara pertanyaan yang menyangkut Sabilillah atau yang senada dengan itu... Bagaimanakah hukum memberikan zakat kepada masjid, madrasah, pondok pesantren, panti asuhan, guru ngaji atau (kyai), yayasan sosial atau keagamaan dan lain-lain..?

Maka jawabannya adalah :Menurut Jumhurul Fuqoha Madzhab(imam-imam madzhab) , memberikan zakat kepada selain ashnaf delapan (yang disebutkan dalam Al-Qur'an) ,itu tidak diperbolehkan Akan tetapi ada pendapat imam Al-Qoffal menukil dari sebagian ahli fiqih, bahwasannya zakat boleh ditasarufkan kepada sektor-sektor kebaikan atas nama sabilillah. Dan ternyata pendapat Imam Al-Qoffal ini di kuatkan oleh fatwa Moh. Syaikh Ali al-Maliki dan pernah di fatwahkan oleh Imam Hasanain Makhluf dan ulama Mu'ashirin Mesir (selengkapnya baca Hasil Bahtsul Masail PWNU Jatim 9 Oktober 2010 di PP.al Hikam Bangkalan) Pengambilan ibarot : Bughyatul Musytarsyidin hal 106

ﺑﻐﻴﺔ ﺍﻟﻤﺴﺘﺮﺷﺪﻳﻦ 106 (ﻣﺴﺌﻠﺔ) ﻻ ﻳﺴﺘﺤﻖ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻻ ﻳﺠﺰﺀ ﺻﺮﻓﻬﺎ ﺇﻻ ﻟﺤﺮ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻟﻴﺴﺖ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻛﺎﻟﻮﺻﻴﺔ . Tafsir Munir juz 1 hal 244, . ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻤﻨﻴﺮ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻷﻭﻝ ﺹ:244 (ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ) ﻭﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻐﺎﺯﻯ ﺍﻥ ﻳﺄﺧﺬ ﻣﻦ ﻣﺎﻝ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻏﻨﻴﺎ ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺍﺳﺤﻖ ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﺻﺎﺣﺒﺎﻩ ﻻ ﻳﻌﻄﻰ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺘﺎﺟﺎ ﻭﻧﻘﻞ ﺍﻟﻘﻔﺎﻝ ﻋﻦ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﺃﻧﻬﻢ ﺍﺟﺎﺯﻭﺍ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﺇﻟﻰ ﺟﻤﻴﻊ ﻭﺟﻮﻩ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻣﻦ ﺗﻜﻔﻴﻦ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻭﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﺤﺼﻮﻥ ﻭﻋﻤﺎﺭﺓ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻻﻥ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺎﻡ ﻓﻰ ﺍﻟﻜﻞ Fiqih Islam juz 2 hal 876, ﺍﻟﻔﻘﻪ ﺍﻹﺳﻼﻣﻰ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺜﺎﻧﻰ ﺹ : 876 ﺃﺗﻔﻖ ﺟﻤﺎﻫﻴﺮ ﻓﻘﻬﺎﺀ ﺍﻟﻤﺬﺍﻫﺐ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻦ ﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺏ ﺍﻟﺘﻰ ﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮﻫﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻤﺎ ﻻ ﺗﻤﻠﻴﻚ ﻓﻴﻪ: ﻷﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﻝ (ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﻟﻠﻔﻘﺮﺀ) ﻭﻛﻠﻤﺔ ﺇﻧﻤﺎ ﻟﻠﺤﺼﺮ ﻭﺍﻹﺛﺒﺎﺕ. ﺛﺒﺖ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻭﺗﻨﻘﻀﻰ ﻣﺎ ﻋﺪﺍﻩ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻮﺟﻪ: ﻷﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺍﻟﺘﻤﻠﻴﻚ ﺍﺻﻼ، ﻟﻜﻦ ﻓﺴﺮ ﺍﻟﻜﺴﺎﻧﻰ ﻓﻰ ﺍﻟﺒﺪﺍﺋﻊ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺠﻤﻴﻊ ﺍﻟﻘﺮﺏ ﻓﻴﺪﺧﻞ ﻓﻴﻪ ﻛﻞ ﻣﻦ ﺳﻌﻰ ﻓﻰ ﻃﺎﻋﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﺨﻴﺮﺍﺕ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺘﺎﺟﺎ ﻷﻥ ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺎﻡ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻯ ﻳﺸﻤﻞ ﻋﻤﺎﺭﺓ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻣﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﻭﻓﺴﺮ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺤﻨﻴﻔﻴﺔ "ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ" ﺑﻄﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻄﻠﺐ ﻋﻨﻴﺎ .

[HASIL BAHTSUL MASA'IL PWNU JATIM 9 OKTOBER 2010 DI PP. AL-HIKAM BANGKALAN]  Hasil Bahtsul Masail PWNU Jatim

Deskripsi Masalah : Beberapa tahun belakangan ini, kian terlihat bertambah kencang polemik dan perselisihan dikalangan warga NU dibeberapa daerah dalam hal penerapan golongan sabilillah dalam asnaf mustahiq zakat. Hal ini dipicu karena ketidakseragaman dasar mereka dari hasil keputusan hukum yang disosialisasikan oleh jam’iyah NU secara kelembagaan. Sebagaimana diketahui dari penuturan ulama’ salaf (madzhab al-arba’ah) bahwa yang dimaksud “sabilillah” dalam asnaf ustahiq zakat adalah “ghuzzat” (para tentara perang sabil), terkecuali wacana pendapat yang telah dinuqil oleh imam Qoffal dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa kata sabilillah itu bisa bermakna luas mencakup seluruh jalur sektor kebaikan (wujuh/jihah khair). Sejak awal berdiri, NU sudah mengambil langkah tegas dan antisipasi melalui keputusan no.5 dalam Muktamar NU pertama di Surabaya tanggal 21 oktober 1926, bahwa “Tidak diperbolehkan mentasharufkan zakat untuk pendirian masjid, madrasah atau pondok-pondok dengan mengatasnamakan sabilillah dengan berdasar pada kutipan imam Qoffal, sebab pendapat yang dikutip imam Qoffal tersebut adalah dlo’if”. (lihat Ahkamul Fuqoha’: 1/09 – CV. Toha Putra Semarang 1960) Namun, hasil keputusan masalah serupa diambil oleh PWNU jatim di era-eraberikutnya ternyata berbicara lain. Dalam data hasil keputusan Bahtsul Masail PWNU yang dilaksanakan di PP. An-Nur Tegalrejo Nganjuk tahun 1981, di PPAI Ketapang Malang tahun 1987 dan di PP. Langitan Tuban tahun 1988, semuanya menyimpulkan bahwa : “Hukumnya ada dua alternatif, yakni tidak boleh dengan merujuk keputusan Muktamar 1926 dimaksud. Dan yang kedua diperbolehkan dengan dasar mengikuti pendapat kutipan imam Qoffal dan fatwa Syekh Moh. Ali Al-Maliki dan ulama-ulama yang lain”.  (lihat CD hasil keputusan Bahtsul Masail PWNU Jatim 1979-1994, 1996 dan 2002)

Pertanyaan : Pendapat siapakah sebenarnya yang dikutip oleh Imam Qoffal tersebut? Dan seberapa mu’tabar pendapatnya dalam takaran madzhab? (PCNU SIDOARJO)

Jawaban : Belum diketahui secara pasti siapa yangdimaksud oleh Imam Qoffal tersebut,namun ada kemungkinan besar mengarah pada Imam Hasan dan Imam Anas bin Malik.Sedangkan pendapat tersebut menurut Jumhur ulama tidak mu'tabar.Pendapat ini didukung oleh mufti Hadramaut karena pendapat tersebut di luar lingkup madzhab empat. Namun ada juga yang sependapat dengan pendapat kutipan Imam Qaffal, seperti Syeikh Hasanain Makhluf dan ulama mu'ashirin Mesir yang memfatwakan dan memilih pendapat tersebut. Dasar Pengambilan Hukum: Fatawi Syar'iyyah Wa Buhuts Islamiyah Hasanain Muhammad Makhluf hal : 255

ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺷﺮﻋﻴﺔ ﻭﺑﺤﻮﺙ ﺇﺳﻼﻣﻴﺔ ﺣﺴﻨﻴﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﻣﺨﻠﻮﻑ ﺹ 255 (ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ) ﺇﻥ ﻣﻦ ﻣﺼﺎﺭﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﺍﻟﺜﻤﺎﻧﻴﺔ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺓ ﻓﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: {ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﻟﻠﻔﻘﺮﺍﺀ} ﺇﻟﻰ ﺁﺧﺮ ﺍﻵﻳﺔ ﺇﻧﻔﺎﻗﻬﺎ {ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ } ﻭﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺎﻡ ﻳﺸﻤﻞ ﺟﻤﻴﻊ ﻭﺟﻮﻩ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻦ ﺗﻜﻔﻴﻦ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻭﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﺤﺼﻮﻥ ﻭﻋﻤﺎﺭﺓ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭﺗﺠﻬﻴﺰ ﺍﻟﻐﺰﺍﺓ ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻣﺎ ﺃﺷﺒﻪ ﺫﻟﻚ ﻣﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻋﺎﻣﺔ ﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻛﻤﺎ ﺩﺭﺝ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻭﺍﻋﺘﻤﺪﻩ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻘﻔﺎﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﻧﻘﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﺮﺍﺯﻯ ﻓﻰ ﺗﻔﺴﻴﺮﻩ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺬﻯ ﻧﺨﺘﺎﺭﻩ ﻟﻠﻔﺘﻮﻯ. ﻭﺑﻨﺎﺀ ﻋﻠﻴﻪ ﻻ ﻣﺎﻧﻊ ﻣﻦ ﺻﺮﻑ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﻨﻘﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺤﺒﻮﺏ ﻭﺍﻟﻤﺎﺷﻴﺔ ﻭﻛﺬﺍ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﻔﻄﺮ ﻓﻰ ﺍﻷﻏﺮﺍﺽ ﺍﻟﻤﺸﺎﺭ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻓﻰ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺼﻠﺤﺔ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮﺓ ﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺧﺼﻮﺻﺎ ﻓﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺪﻳﺎﺭ. ﻭﺃﻣﺎ ﺟﻠﻮﺩ ﺍﻷﺿﺎﺣﻰ ﻓﻼ ﻭﺟﻪ ﻟﻠﺘﻮﻗﻒ ﻓﻰ ﺻﺮﻓﻬﺎ ﻓﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺸﺮﻭﻋﺎﺕ ﺍﻟﺘﻰ ﺗﻌﻮﺩ ﺑﺎﻟﺨﻴﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺇﺫﺍ ﺗﺼﺪﻕ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻤﻀﺤﻮﻥ ﻓﻰ ﺫﻟﻚ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ

Fatawa Al-Azhar Juz 1 Hal : 139

ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﻷﺯﻫﺮ - (ﺝ 1 /139) ﺟﻮﺍﺯ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻓﻰ ﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﺍﻃﻠﻌﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﻭﻧﻔﻴﺪ ﺃﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻟﺒﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻣﻦ ﻭﺟﻮﻩ ﺍﻟﺒﺮ ﺍﻟﺘﻰ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻬﺎ ﺗﻤﻠﻴﻚ ﺃﺧﺬﺍ ﺑﺮﺃﻯ ﺑﻌﺾ ﻓﻘﻬﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺍﻟﺬﻯ ﺃﺟﺎﺯ ﺫﻟﻚ ﺍﺳﺘﺪﻻﻻ ﺑﻌﻤﻮﻡ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ {ﻭﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻪ} ﻣﻦ ﺁﻳﺔ {ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﻟﻠﻔﻘﺮﺍﺀ ﻭﺍﻟﻤﺴﺎﻛﻴﻦ} ﺍﻵﻳﺔ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻭﻣﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎﻩ ﻣﺬﻛﻮﺭ ﻓﻰ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﻓﺨﺮ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﺮﺍﺯﻯ ﻭﻧﺺ ﻋﺒﺎﺭﺗﻪ ( ﻭﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﻇﺎﻫﺮ ﺍﻟﻠﻔﻆ ﻓﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﻭﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠّﻪ ﻻ ﻳﻮﺟﺐ ﺍﻟﻘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺍﻟﻐﺰﺍﺓ ﻓﻠﻬﺬﺍ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﻧﻘﻞ ﺍﻟﻘﻔﺎﻝ ﻓﻰ ﺗﻔﺴﻴﺮﻩ ﻋﻦ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﺃﻧﻬﻢ ﺃﺟﺎﺯﻭﺍ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﺇﻟﻰ ﺟﻤﻴﻊ ﻭﺟﻮﻩ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻣﻦ ﺗﻜﻔﻴﻦ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻭﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﺤﺼﻮﻥ ﻭﻋﻤﺎﺭﺓ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻷﻥ ﻗﻮﻟﻪ ﻭﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﺎﻡ ﻓﻰ ﺍﻟﻜﻞ) ﺍﻧﺘﻬﺖ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻟﻔﺨﺮ ﻭﻟﻢ ﻳﻌﻘﺐ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺑﺸﻰﺀ ﻭﻗﺪ ﺟﺎﺀ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﻐﻨﻰ ﻻﺑﻦ ﻗﺪﺍﻣﺔ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﻗﺎﻝ ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠّﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻦ ﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭﺍﻟﻘﻨﺎﻃﺮ ﻭﺍﻟﺠﺴﻮﺭ ﻭﺍﻟﻄﺮﻕ ﻓﻬﻰ ﺻﺪﻗﺔ ﻣﺎﺿﻴﺔ ﻭﺍﻷﻭﻝ ﺃﺻﺢ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﻟﻠﻔﻘﺮﺍﺀ ﻭﺍﻟﻤﺴﺎﻛﻴﻦ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻟﻠﺤﺼﺮ ﻭﺍﻹﺛﺒﺎﺕ ﺗﺜﺒﺖ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻭﺗﻨﻔﻰ ﻣﺎ ﻋﺪﺍﻩ ﺍﻧﺘﻬﻰ ﻭﻇﺎﻫﺮ ﺃﻥ ﺃﻧﺴﺎ ﻭﺍﻟﺤﺴﻦ ﻳﺠﻴﺰﺍﻥ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻓﻰ ﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻟﺼﺮﻓﻬﺎ ﻓﻰ ﻋﻤﻞ ﺍﻟﻄﺮﻕ ﻭﺍﻟﺠﺴﻮﺭ ﻭﻣﺎ ﻗﺎﻟﻪ ﺍﺑﻦ ﻗﺪﺍﻣﺔ ﻓﻰ ﺍﻟﺮﺩ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﻏﻴﺮ ﻭﺟﻴﻪ ﻷﻥ ﻣﺎ ﺃﻋﻄﻰ ﻓﻰ ﺍﻟﺠﺴﻮﺭ ﻭﺍﻟﻄﺮﻕ ﻣﻤﺎ ﺃﺛﺒﺘﺘﻪ ﺍﻵﻳﺔ ﻟﻌﻤﻮﻡ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ {ﻭﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ} ﻭﺗﻨﺎﻭﻟﻪ ﺑﻜﻞ ﻭﺟﻪ ﻣﻦ ﻭﺟﻮﻩ ﺍﻟﺒﺮ ﻛﺒﻨﺎﺀ ﻣﺴﺠﺪ ﻭﻋﻤﻞ ﺟﺴﺮ ﻭﻃﺮﻳﻖ . ﻭﻟﺬﻟﻚ ﺍﺭﺗﻀﺎﻩ ﺻﺎﺣﺐ ﺷﺮﺡ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﺮﻭﺽ ﺍﻟﻨﻀﻴﺮ ﺇﺫ ﻗﺎﻝ. ﻭﺫﻫﺐ ﻣﻦ ﺃﺟﺎﺯ ﺫﻟﻚ ﺃﻯ ﺩﻓﻊ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻓﻰ ﺗﻜﻔﻴﻦ ﺍﻟﻤﻮﺗﻰ ﻭﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺇﻟﻰ ﺍﻻﺳﺘﺪﻻﻝ ﺑﺪﺧﻮﻟﻬﻤﺎ ﻓﻰ ﺻﻨﻒ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠّﻪ ﺇﺫ ﻫﻮ ﺃﻯ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠّﻪ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻤﻮﻡ ﻭﺇﻥ ﻛﺜﺮ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻓﻰ ﻓﺮﺩ ﻣﻦ ﻣﺪﻟﻮﻻﺗﻪ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻟﻜﺜﺮﺓ ﻋﺮﻭﺿﻪ ﻓﻰ ﺃﻭﻝ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻛﻤﺎ ﻓﻰ ﻧﻈﺎﺋﺮﻩ ﻭﻟﻜﻦ ﻻ ﺇﻟﻰ ﺣﺪ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﺍﻟﻌﺮﻓﻴﺔ ﻓﻬﻮ ﺑﺎﻕ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻮﺿﻊ ﺍﻷﻭﻝ ﻓﻴﺪﺧﻞ ﻓﻴﻪ ﺟﻤﻴﻊ ﺃﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﻘﺮﺏ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻳﻘﺘﻀﻴﻪ ﺍﻟﻨﻈﺮ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﺼﺎﻟﺢ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ ﻭﺍﻟﺨﺎﺻﺔ ﺇﻻ ﻣﺎ ﺧﺼﻪ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻭﻫﻮ ﻇﺎﻫﺮ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻟﺒﺤﺮ ﻓﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﻗﻠﻨﺎ ﻇﺎﻫﺮ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠّﻪ ﺍﻟﻌﻤﻮﻡ ﺇﻻ ﻣﺎ ﺧﺼﻪ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﺍﻧﺘﻬﺖ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻟﺸﺮﺡ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ. ﻭﺍﻟﺨﻼﺻﺔ ﺃﻥ ﺍﻟﺬﻯ ﻳﻈﻬﺮ ﻟﻨﺎ ﻫﻮ ﻣﺎ ﺫﻫﺐ ﺇﻟﻴﻪ ﺑﻌﺾ ﻓﻘﻬﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻦ ﺟﻮﺍﺯ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻓﻰ ﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻓﺈﺫﺍ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﻤﺰﻛﻰ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻰ ﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺳﻘﻂ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﻔﺮﺽ ﻭﺃﺛﻴﺐ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺍﻟﻠّﻪ ﺃﻋﻠﻢ

Fatawa Abu Bakar Hal : 70-76

ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺑﺎﻏﻴﺜﺎﻥ 76- 70 ﺳﺌﻞ ( ﺱ ﺍﻭ ﺍﻹﻧﻔﺎﻕ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻭ ﺍﻯ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺮﺍﻓﻖ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ ﻭﺍﻟﻨﺎﻓﻌﺔ ﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ......... (ﻓﺎﺟﺎﺏ ﺑﻘﻮﻟﻪ ) ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ ﻻﻳﺠﻮﺯ ﺻﺮﻑ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻓﻰ ﺷﻴﺊ ﻣﻤﺎ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﺴﺎﺋﻞ ﻣﻦ ﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭﻋﻤﺎﺭﺗﻬﺎ ﺍﻭ ﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﻤﺪﺍﺭﺱ ﺍﻭ ﺍﻹﻧﻔﺎﻕ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻭ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺸﺎﺭﻉ ﺍﻟﺨﻴﺮﻳﺔ ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ........ ﻭﻻ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ) ﻫﻞ ﺗﺨﺮﺝ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺍﻯ ﺍﻟﻨﻘﺪ ﻓﻰ ﺍﻟﻤﺸﺎﺭﻉ ﺍﻟﺨﻴﺮﻳﺔ ﻛﺒﻨﺎﺀ ﻣﺴﺎﺟﺪ ﺃﻭﻋﻤﺎﺭﺗﻬﺎ ﺍﻭ ﺑﻨﺎﺀ ﻣﺪﺍﺭ ﻧﻌﻠﻢ ﺧﻼﻓﺎ ﺑﻴﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻰ ﺍﻧﻪ ﻻﻳﺠﻮﺯ ﺩﻓﻊ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﺍﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺻﻨﺎﻑ ﺍﻻ ﻣﺎﺭﻭﻯ ﻋﻦ ﺍﻧﺲ ﻭﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻧﻬﻤﺎ ﻗﺎﻻ ﻣﺎ ﺃﻋﻄﻴﺖ ﻓﻰ ﺍﻟﺠﺴﻮﺭ ﻭﺍﻟﻄﺮﻗﺎﺕ ﻓﻬﻰ ﺻﺪﻗﺔ ﻣﺎﺿﻴﺔ ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ ....... ﺭﺍﻳﺖ ﻋﻦ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺷﻴﺪ ﺭﺿﺎ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺸﺮﺡ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻷﻥ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻹﻃﻼﻕ ﻫﻮ ﺍﻟﻐﺰﻭ ﻣﺎ ﻟﻔﻈﻪ ﻫﺬﺍ ﻏﻴﺮ ﺻﺤﻴﺢ ﺑﻞ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﻮ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﺍﻟﻤﻮﺻﻞ ﺍﻟﻰ ﻣﺮﺿﺎﺗﻪ ﻭﺟﻨﺘﻪ ﻭﻫﻮ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻓﻰ ﺟﻤﻠﺘﻪ ﻭﺍﻳﺎﺕ ﺍﻹﻧﻔﺎﻕ ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺸﻤﻞ ﺟﻤﻴﻊ ﺃﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﻨﻔﻘﺔ ﺍﻟﻤﺸﺮﻭﻋﺔ ﻭﻣﺎﺫﺍ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻰ ﺍﻳﺎﺕ ﺍﻟﺼﺪ ﻭﺍﻹﺿﻼﻝ ﻋﻦ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻬﺠﺮﺓ ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻞ ﻻ ﻳﺼﺢ ﺍﻥ ﻳﻔﺴﺮ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻰ ﺃﻳﺎﺕ ﺍﻟﻘﺘﺎﻝ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﺑﺎﻟﻐﺰﻭ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺫﺍ ﺍﺭﻳﺪ ﺑﻪ ﺍﻥ ﻧﻜﻮﻥ ﻛﻠﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﻰ ﺍﻟﻌﻠﻴﺎ ﻭﺩﻳﻨﻪ ﺍﻟﻤﺘﺒﻊ ﻓﺴﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻰ ﺍﻷﻳﺔ ﻳﻌﻢ ﺍﻟﻐﺰﻭ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻣﻦ ﻣﺼﺎﻟﺢ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺑﺤﺴﺐ ﻟﻔﻈﻪ ﺍﻟﻌﺮﺑﻰ ﻭﻳﺤﺘﺎﺝ ﺍﻟﺘﺨﺼﻴﺺ ﺍﻟﻰ ﺩﻟﻴﻞ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻧﺘﻬﻰ ﻓﻠﻌﻞ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﺠﻮﺍﺯ ﺩﻓﻊ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﺍﻟﻰ ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺴﺎﺋﻞ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﺍﻷﺯﻫﺮ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﺃﺧﺬ ﺑﻘﻮﻝ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﺭﺷﻴﺪ ﺭﺿﺎ ﻫﺬﺍ ﻭﻟﻜﻦ ﻫﺬﺍ ﻣﺨﺎﻟﻒ ﻟﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻤﺬﺍﻫﺐ ﺍﻟﻤﻌﻤﻮﻝ ﺑﻬﺎ ﻛﻤﺎ ﺭﺃﻳﺘﻪ ﻓﻴﻤﺎ ﻧﻘﻠﻨﺎﻩ ﻋﻦ ﺍﻟﺸﺮﺡ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﺛﻢ ﻛﺜﺮ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﻓﻰ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻹﻧﻪ ﺳﺒﺐ ﻟﻠﺸﻬﺎﺩﺓ ﺍﻟﻤﻮﺻﻠﺔ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺛﻢ ﻭﺿﻊ ﻋﻠﻰ ﻫﺆﻻﺀ ﻻﻧﻬﻢ ﺟﺎﻫﺪﻭﺍ ﻻ ﻓﻰ ﻣﻘﺎﺑﻞ ﻓﻜﺎﻧﻮﺍ ﺍﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻭﺗﻔﺴﻴﺮ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻒ ﻟﻤﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻛﺜﺮ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻟﻪ ﺑﺎﻟﺤﺠﺞ ﻟﺤﺪﻳﺚ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﺎﺑﻮﺍ ﻋﻨﻪ ﺍﻯ ﺑﻌﺪ ﺗﺴﻠﻴﻢ ﺻﺤﺘﻪ ﺍﻟﺘﻰ ﺯﻋﻤﻬﺎ ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ

Wallohu A'lam.

Senin, 13 Oktober 2014

Tidak Ada Alasan Yang Abadi

Oleh : M. Ma'sum

Kita sangat sadar dan menyadari bahwa kita selalu dihadapkan berbagai bentuk problem dan permasalahan yang selalu bersinggungan dengan orang lain anehnya saat permasalahan tersebut sedang dihadapkan pada kondisi penilaian kita selalu merasa benar bahkan dengan berbagai alasan dan dalih untuk menutupi agar kita tidak terlihat bersalah dihadapan manusia yang lain.
Sebenarnya kalau boleh jujur alasan dan dalih yang telah kita buat untuk membenarkan dan terlihat benar itu daya tahannya tidak abadi bahkan mungkin juga sesaat pula. yang menarik pemabhansan kali ini adalah bagaimana kita menemukan alasan yang abadi sehingga orang lain tidak perlu alasan untuk melihat dan mengatakan apa yang kita lakukan itu adalah yang terbaik dan benar.

Kalau sahabat menjawab bisa banyak jawaban dan alasan, saya tidak butuh alasan dan jawaban dari sahabat semua saya hanya menyampaikan apa yang menjadi isi hati saya bahwa :
"Tidak ada asalan yang abadi kalau hanya untuk membenarkan diri sendiri"

Yang terbaik adalah : MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN DIDASARI KETULUSAN HATI AKAN DITERIMA DAN DIRASAKAN OLEH HATI PULA
orang lain akan merasakan hagatnya ketulusan HATI kita mereka TIDAK BUTUH PENILAIAN DAN ALASAN untuk berkata TERIMA KASIH TELAH MELAKUKAN YANG TERBAIK.

"ADA KEINGINAN DIBALIK UCAPAN ITU BUKANLAH KETULUSAN"

Tulungagung, 14 Oktober 2014
Salam Hangat Bersahabat

Selasa, 22 Juli 2014

Ingatlah, Islam telah wanti-wanti



إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ- البخاري

 “Idzaa wussidal amru ilaa ghoiri ahlihi fantadziris saa’ah.”  Apabila perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah kiamat. (HR Al-Bukhari dari Abi Hurairah).
Ada peringatan yang perlu diperhatikan pula, yaitu keadaan lebih buruk lagi di mana akan datang zaman, pendusta justru dipercaya sedang yang jujur justru didustakan, lalu pengkhianat malah dipercaya. Dan di sana berbicaralah ruwaibidhah, yaitu Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan umum. Itulah yang diperingatkan dalam Hadits:



سنن ابن ماجه ٤٠٢٦: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Abu Furat dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah Ruwaibidlah itu?” beliau menjawab: “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” (Sunan Ibnu Majah)

Sabtu, 19 Juli 2014

Masa Lalu Terulang Kembali

Oleh M Ma'sum

Ketika kita mesarakan suatu ni'mat kadang kita lupa keberadaan ni'mat tersebut, sekian lama kita dimanjakan dengan ni'mat tapi tidak pernah merasakannya disaat ni'mat itu dicabut baru terasa, itulah yang saya rasakan saat ini sekian lama kita warga Demuk dimanjakan dengan kemudahan meni'mati air yang sangat mudah tanpa harus kemana-mana air datang kerumah kita, dan disaat ini sudah 5 hari air tersebut mati karena ada pembetulan sistem pengairan dan pembersihan, baru saya merasakan bahwa itu merupakan bentu ni'mat yang luar biasa yang diberikan kepada saya dan umumnya warga Desa Demuk.
Mari kita mengingat 10-15 tahun yang lalu tiap kali musim kemarau datang kita mesti mencari air kesungai/Belik dan jangkauannya sangat sulit untuk ditempuh dengan kendaraan kita hanya bisa ambil air dengan jalan kaki, lagian dimasa itu orang yang punya kendaraan motorpun masih bisa dihitung dengan jari tapi saat ini ribuan bahan jutaan pemilik motor didesa kita Demuk tercinta ini.

Tapi dimasa-masa itu satu hal yang belum pernah saya temukan saat ini yaitu kebersamaan, kerukunan dan kedamaian, setiap orang yang bertemu selalu bertegursapa menyempatkan berhenti untuk bercengkrama menujukkan kehanggatan dalam persaudaraan, subhanalloh kami rindu dengan semua itu ya Alloh ....
Samakah dengan saat sekarang ? kalau saya boleh katakan jangankan menyapa menatap dengan pandangan bersahabtpun sulit, terlihat tatapan mata yang penuh masalah sehingga yang terpantul bukan tatapan mata yang bersahabat tapi pandangan kebencian, karena didorong oleh rasa iri dengan ni'mat orang yang dipandangnya tanpa mau melihat ni'mat yang ada pada dirinya.

Itu yang bisa saya katakan mohon maaf bila tidak tepat.

Salam Hangat Bersahabat
Tulungagung, 20 Juli 2014

Kamis, 17 Juli 2014

Rasa SumPek

Oleh M Ma'sum

Sebenarnya apa itu sumpek saya sendiri Kurang begitu paham apa itu penjelasan tentang sumpek, kalau boleh saya mengambarkan, Sumpek itu suatu perasaan yang mengganjal pada benak seseorang apabila terus menerus akan menimbulkan kekacauan pada orang tersebut.
Pada dasarnya perasaan sumpek timbul atau dimulai dari kejenuhan yang dialami oleh seseorang, sehingga apapun yang dilakukan menjadi kurang nyaman, hal inilah yang sebenarnya perlu kita sadari agar menemukan solusi, kalau kita tidak segera menyadari maka sampai kapanpun dan berpijak dimanapun akan selalu sumpek atau tidak nyaman.
Biasanya orang yang sering sumpek itu selalu mengalami kesumpekan dan terus menerus sumpek bahkan dia tidak tahu kapan itu akan berakhir, dan dia cenderung menyalahkan orang lain, maaf kalau salah tapi itulah yang sebenarnya hehehehe ....
Lantas apa ada solusinya ? tidak ada masalah tanpa solusi itu satu prinsip yang harus dipegang dalam menjalani hidup ini bahkan sulusi itu lebih mudah tidak sesulit yang ada pada gambaran kita sebelumnya.
Tidak percaya coba berhentilah sejenak meneruskan membaca, pikirkan tentang problem anda dimasa lalu yang seakan anda tidak menemukan solusinya ternyata hanya dengan satu kata atau sekali tindakan saja menemukan solusi dan tidak serumit yang ada dalam bayangan yang menghantui anda.

Okay ..... Kalau menurut saya solusi dari Sumpek itu mudah banget yaitu BERHENTILAH SEJENAK, BUAT SUASANA BARU YANG SEAKAN TANPA MASALAH, saya pastikan suana akan berubah, Ingat Es akan mencair bila terkena panas, Api akan padam bila disiram Air.

Salam Hangat Bersahabat

Tulungagung, 17 Juli 2014

Selasa, 15 Juli 2014

Menentukan Pasangan Hidup



Oleh M Ma’sum
                   Sering kali kita selalu dihadapkan pada suatu masalah yang mau tidak mau kita harus memilih salah satu padahal dari kedua-duanya kita suka, untuk memilih yang terbaik diantara yang baik itu tidak mudah, satu contoh saja memilih cowok atau cewek untuk dijadikan pasangan hidup kita ketika dihadapkan  pada dua piihan, misalkan ada cowok/cewek cakep, tajir baik hati ibadah pas pasan pemahaman agama sekedar mengerti, dan cowok/cewek satunya Cakep, tidak begitu kaya baik hati nilai ibadahnya bagus pemahaman agama bagus juga.
Sahabat cewek kira-kira pilih yang mana ?
Dan sahabat cowok pilih yang mana ?
Hehehe …. Saya Boleh nebak tidak ni ?
Ya sudah angap saja boleh, kalau saya tebak untuk pembaca cewek kebanyakan pilih Cowok pertama dan untuk pembaca Cowok kebanyakan pilih cewek yang kedua.
Alasan saya Cewek itu cenderung PENAKUT sedang cowok cenderung Sok HEBAT
Adapaun cewek yang sok HEBAT itu hanya menutupi ketakutannya, sedang cowok yang kelihatan PENAKUT itu hanya bergaya untuk meraih simpati pada cewek yang sok HEBAT, heheheh ……
Sahabat saya punya teori dalam memilih sesuatu kalaupun cocok silahkan dipakai kalau tidak ya Abaikan saja .
Untuk memilih misal pasangan hidup ketika dihadapkan pada 2 pilihan ambil kertas sama polpen kemudian catat nama calon 1 dan calon 2 di kertas yang berbeda, ni bukan PILPRES lo ya ….
Selanjutnya tulis semua keabikannya setelah selesai ganti tulis semua  keburukannya, dan ambil yang paling banyak kebaikannya serta paling sedikit keburukannya.
Satu hal yang harus dipertahankan ketika keputusan diambil adalah semua resiko siap menangungnya JANGAN PERNAH ADA PENYESALAN, PENYESALAN BUKAN SOLUSI TAPI BENTUK PERMASALAH TINGGALKAN, KATAKAN INILAH KEPUTUSAN SAYA DAN SAYA SIAP MEMPERTANGUNG JAWABKAN DAN MENGHADAPINYA SAMPAI KAPANPUN.
Siipp… Mudahkan istiqorohnya tapi ingat tetep kita sandarkan Pada Yang Maha Kuasa dan meminta dipilihkan yang terbaik oleh Nya Okay !!!
Salam Hangat Bersahabat
Tulungagung, 16 Juli 2014